Desember 2013 - SERVICE AC SEMARANG

Selasa, 24 Desember 2013

Relay magnetik (bagian dari system kontrol mesin pendingin)

Prinsip Kerja Elektro Mekanis Magnetik (dasar NO & NC)

Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.



Relay dan Kontaktor (Relay and Magnetic Contactor)

Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat magnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya.

Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya.

Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO (Normally OpenBila coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC (Normally CloseSebaliknya dengan Normally Open). Seperti dijelaskan pada gambar dibawah ini.


Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan seterusnya. Seperti pada gambar dibawah ini.


gambar kontak internal pada Kontaktor


gambar kontak internal pada relay


Penyambungan sederhana rangkaian kontaktor:


Perhatikan bagaimana lampu akan menyala ketika switch saklar dihubungkan ke sumber listrik. Mengapa begitu repot menggunakan kontaktor untuk menyalakan sebuah lampu bohlam? Mengapa rangkain ini menggunakan dua buah sumber listrik yang berbeda?

Itulah yang disebut Rangkaian Pengendali dan Rangkaian Utama.

Time Delay Relay (Timer) dan Thermal Over Load Relay (Tripper)
Sebagaimana yang telah diterangkan diatas, maka pada kedua komponen ini Timer dan Tripper juga mempunyai kontak NO dan NC. Dan yang membedakannya hanya pada kondisi pengaktifannya saja.

Kontak NO dan NC pada Timer (Time Delay Relay) akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10 detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus listrik. Perhatikan gambar Timer di bawah ini.
Sedikit berbeda dengan kontak NO dan NC yang terdapat di Timer, padaTripper (Thermal Over Load Relay) kontak NO dan NC nya bekerja karena mendapat daya tekan dari bimetal trip yang terdapat di dalamnya. Bimetal Trip ini akan melengkung apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya dan menekan lengan kontak, sehingga kontak NC berubah menjadi kontak NO.

Kegunaan NO dan NC

Setelah paham bagaimana kerja kontak NO dan NC yang terdapat pada peralatan tersebut diatas, maka saya sarankan untuk mempelajari bagaimana kontak NO NC tersebut digunakan semaksimal mungkin untuk sebuah kontrol sebuah rangkaian system mesin pendingin.

Minggu, 08 Desember 2013

CARA MENGETAHUI CSR MOTOR SINGLE PHASE

Mencari nilai gulungan
Atau di sebut juga TITIK C.R.S.
C= COMMON / CENTRAL
R= RUNNING
S= STARTING.
Pada dasarnya setiap gulungan itu sama saja yang mana terdiri dari
· Gulungan Utama ( primer )
· Gulungan Pembantu ( sekunder )
Gulungan utama kawat lilitannya Besar dan lilitan nya sedikit.
Gulungan pembantu kawat lilitan nya kecil dan jumlah lilitan nya banyak…
Dalam melakukan / pengoperasian motor / compressor kita harus tahu benar mana titik
CRS yang benar..jika salah meletakan posisinya maka resiko untuk kompresor / gulungan akan rusak.
Arti kata gara gara ketidak tahuan kita bisa mengakibatkan kerugian ratusan ribu rupiah mungkin jutaan..
Persiapkan alat untuk mengukur ;
· Multi tester
· Tang ampere
Atur skala alat ukur kita dangan skala

Kita mulai mengukur anggap saja nilai nya seperti ini
1. X-Y = 50Ω,
2. Y -Z = 60Ω
3. X-Z = 10Ω
Dari hasil tersebut bisa kita tentukan mana yang merupakan titik titik CRS tersebut
Perhatkan nilai yang terkecil adalah nilai X - Z = titik Y = S.
Perhatikan nilai yang terbesar adalah nilai Y- Z = titik X = C.
Dan tentunya nilai yang menengah adalah X – Y = titik Z = R.
Dengan mengetahui adanya nilai tersebut dan kita mamahami titik terminal CRS saya yakin apapun yang kita lakukan pekerjaan yang menyangkut gulungan tentu kita tidak ragu lagi
Dalam melakukan pekerjaan